Dapur Suplai membantu pesantren mengelola pasokan bahan pangan untuk dapur SPPG (Program Makan Bergizi Gratis) secara tercatat, terpantau, dan tidak lagi bergantung pada catatan manual di kertas, Serta Kontrol harga agar sesuai dengan harga pasar sesuai regional
Dapur Suplai dibangun dari dua sisi yang saling terhubung, supaya proses pengadaan pangan berjalan dari satu sumber data yang sama.
Kesalahan pencatatan kecil di dapur bisa berdampak besar — mulai dari stok yang tidak sesuai, keterlambatan kirim, sampai laporan yang sulit dipertanggungjawabkan.
Pesanan dan pengiriman dicatat manual di buku atau grup chat, sehingga mudah hilang dan sulit ditelusuri ulang.
Dapur tidak tahu pasti kapan bahan datang, dan supplier tidak tahu pasti berapa yang benar-benar dibutuhkan.
Saat harus melapor ke yayasan atau pihak terkait, data harus dikumpulkan ulang secara manual dari berbagai sumber.
Supplier mengisi daftar bahan pangan yang tersedia beserta harga terbaru di sistem, sehingga dapur selalu melihat data yang paling update.
Kepala dapur memilih bahan yang dibutuhkan sesuai jumlah santri dan menu harian, lalu menyusunnya menjadi pesanan ke supplier.
Pesanan dari dapur masuk ke sistem supplier secara langsung, lengkap dengan rincian jumlah dan jenis bahan yang diminta.
Supplier menyiapkan bahan sesuai pesanan dan memperbarui status pengiriman sehingga dapur tahu kapan bahan akan tiba.
Saat bahan tiba, tim dapur mengecek kesesuaian jumlah dan kualitas, lalu mencatatnya sebagai stok masuk di sistem.
Setelah bahan terverifikasi sesuai, dapur menyelesaikan pesanan dengan melakukan pembayaran kepada supplier melalui sistem.
Pembayaran dari dapur tercatat di sisi supplier, sehingga kedua belah pihak memiliki riwayat transaksi yang sama dan jelas.
Menerima permintaan dari dapur, mengatur pengiriman, dan menjaga riwayat transaksi tetap rapi.
Mengatur kebutuhan bahan harian, memverifikasi stok, dan memantau proses dari satu tempat.
Memantau kelancaran operasional dapur SPPG di lingkungan pesantren yang dikelola.